Korban Sinetron

by - Maret 22, 2018



Belakangan ini, saya lagi suka nonton sinetron. Ya beda aja sensasinya nonton sinetron di TV tuh ga usah ngubek-ngubek nyari subtitle kayak nonton jdorama, tinggal santai depan TV trus pegang remote dan nonton deh #pemalesan. Hal ini dimulai waktu iseng nonton TV malem-malem trus lihat sinetron Orang Ketiga di SCTV. Kok ini sinet seru juga, mana pemaennya senior semua semacem Naysilla Mirdad, Marshanda, Rionaldo Stokhorst, Samuel Zylgwyn, dll. Dulu jaman gadget belum secanggih sekarang kan saya sering nonton sinetron mereka tuh di TV.

Tetangga nontonnya Indopision (sumber : Instagram @emakreceh)
Sinetron Orang Ketiga mengangkat tema yang sedang hangat sekarang yaitu pelakor atau perebut laki orang. Ceritanya tentang rumah tangga Afifah (Naysilla Mirdad) dan suaminya yang bernama Aris (Rionaldo Stokhorst) yang sudah berjalan selama 10 tahun kini terancam karena kehadiran mantan pacar Aris yang bernama Yuni (Marshanda). Biasanya kan sosok pelakor atau orang ketiga ini diceritain jahat dan antagonis, tapi tokoh Yuni disini ceritanya ga jahat sih, dia sadar kalau perbuatannya itu salah, tapi ya susah move on karena tiap hari ketemu berhubung si Aris adalah atasannya di kantor. Awalnya saya lumayan rajin ngikutin sinetron ini meskipun selesainya jam setengah 12 malem. Besoknya sering ngantuk pas lagi kerja...hohoho...malah sempet ketiduran di kendaraan umum dan tujuan saya terlewat #parah. Seru juga kalo pemain-pemainnya posting trailer di instagram trus yang komen pada kocak. Tapi ya lama-lama saya bosen juga sih soalnya ceritanya mulai muter-muter. Gemes aja sama Afifah masa ga sadar-sadar kalau suaminya ada apa-apa sama perempuan lain, padahal orang-orang di sekitarnya aja tahu semua. Udah gitu si Aris juga plin plan banget jadi kesel. Dan Yuni juga bilangnya mau mengakhiri hubungan dengan Aris karena tahu itu salah, tapi tetep aja deket-deket. Pas konflik Yuni hamil palsu itu kan sampe beberapa minggu ga beres-beres sampe penonton kesel pengen beliin Yuni test pack lol. Akhirnya saya ga ngikutin lagi kan sinetronnya di TV, sekali-sekali aja nontonnya kalau lagi mau. Paling liat cuplikan-cuplikannya aja sih di Youtube kalau penasaran. Ya sekarang Afifah udah agak pinteran lah, tapi Aris dan Yuni makin menyebalkan lol.


Terus saya pun beralih nonton sinetron Sodrun Merayu Tuhan. Sinetron ini tayang jam 16.45 di SCTV. Beda sama Orang Ketiga yang ceritanya drama banget, sinetron Sodrun ini ceritanya bergenre komedi religi, walaupun komedinya suka absurd sih lol. Berhubung jam tayangnya itu jam pulang kerja, saya jarang nonton di TV, banyakan nonton di Youtube dan di vidio. Sekalian nonton episode-episode awal yang tertinggal. Sodrun Merayu Tuhan bercerita tentang seorang pemuda bernama Aldo alias Sodrun (Rizky Nazar), seorang pemuda ibu kota anak orang kaya yang bandel dan pergaulannya kurang baik. Hidup Aldo berubah total ketika orang tuanya terkena kasus dan dipenjara. Keluarga Aldo pun kehilangan hartanya dan jatuh miskin. Aldo memutuskan bertaubat dan mengganti namanya menjadi Sodrun. Sodrun pun belajar agama sekaligus belajar silat dari seorang guru, kemudian dia menjadi pengembara dan tibalah di Kampung Kembang Pete. Di kampung tersebut, Sodrun diangkat menjadi marbot masjid yang merawat kembali masjid yang sebelumnya kurang terurus tersebut. Kegiatan di masjid yang tadinya sepi pun diramaikan kembali sejak kedatangan Sodrun. Para gadis di kampung tersebut pun terpesona dengan Sodrun yang ganteng, sholeh, dan jago silat, termasuk 3 sahabat yaitu Khadijah (Cut Syifa), Annisa (Megan Domani), dan Sarah (Novia Salim). Sodrun akhirnya memilih Khadijah dan mereka pun menikah. Kehidupan mereka diwarnai gangguan terutama dari Jai (Aldi Taher), anak kepala desa yang dari dulu selalu mengejar-ngejar Khadijah dan sering membuat kekacauan di kampung, Pak Hamdun (Aldo Bamar), ayahnya Annisa yang dendam karena menganggap Sodrun merebut pekerjaannya sebagai marbot masjid, serta Mak Sopiah (Ria Probo), ibunya Khadijah yang matre dan selalu mem-bully Sodrun karena Sodrun miskin. Meskipun begitu, Sodrun selalu sabar dan menghormati mertuanya. Sodrun pun akhirnya mendapatkan kembali kekayaan keluarganya dan bisa hidup berkecukupan sehingga Mak Sopiah tidak lagi mem-bully Sodrun tapi minta uang mulu lol. Selain cerita Sodrun dan Khadijah, ada juga cerita Annisa dan Raihan (Royano Kevin), juga Sarah dan Boy (Dede Satria), teman Sodrun dari Jakarta.

Gambar dari vidio.com
Sinetron Sodrun Merayu Tuhan sudah berakhir di episode 82. Ratingnya emang ga bagus sih, mungkin faktor jam tayang juga. Jam segitu kan banyak yang pada belum pulang kerja. Menurut saya sih ide ceritanya sebenernya bagus, dan berpotensi untuk jadi rame juga ceritanya. Episode awal-awalnya juga saya suka, soalnya banyak fokus ke taubatnya Sodrun dan banyak adegan silatnya juga. Pas ketiga sahabat itu galau sampai sempet berantem karena pengen merebut hati Sodrun, Sodrun sendiri malah ga terlalu kelihatan mikirin, lebih fokus ngurus masjid. Sayangnya semakin lama scene Jai jadi mendominasi cerita, Sodrun nya jadi sedikit munculnya. Dan Jai nya juga ga lucu tapi rada absurd gitu, awalnya Jai milenium (yang ini masih biasa aja sih cuma buat masalah di kampung dan gangguin Sodrun), terus kanjeng Jai, terus master Jai, belakangan jadi Jai dan penyanyi dangdut Bebi Bohay. Sebenernya ga apa-apa juga sih ada tokoh Jai tersebut biar rada meriah, tapi ya ga usah kebanyakan juga munculnya. Daripada nyeritain Jai terus kan mending di explore gitu masa lalunya Sodrun gimana bisa memutuskan taubat dan ketemu gurunya, terus sampe terdampar di Kampung Kembang Pete. Atau dari pernikahan Sodrun dan Khadijah kan banyak sebenernya yang bisa diceritain selain diganggu Jai mulu.

Ya sudahlah terlepas dari semua itu menurut saya, dari sinetron ini ada pesan-pesan bagus yang bisa diambil, tentang Sodrun yang berusaha istiqomah dalam berhijrah, selalu sabar dan meniatkan semuanya untuk ibadah karena Allah. Oh iya, menurut saya do'a-do'a nya Sodrun di sini bagus lo. Biasanya kalo adegan berdo'a di sinetron kan biasa aja, tapi kalau di sini do'a nya ada puitis-puitisnya gitu. "Merayu Tuhan" nya dapet aja kalau lagi berdo'a itu. Scene yang berkesan buat saya ada beberapa sih, misalnya waktu Sodrun mau mengumandangkan adzan tapi ga bisa karena listriknya diputus sama Jai, akhirnya Sodrun naik ke atap masjid dan mengumandangkan adzan di sana supaya bisa terdengar oleh warga kampung dan memberitahu bahwa waktu sholat sudah tiba. Trus waktu Sodrun dkk mengaktifkan lagi Balai Latihan Kerja di kampung tapi idenya diakui oleh Pak Kades, Sodrun mencoba meluruskan niat bahwa dia melakukan itu untuk ibadah karena Allah, bukan berharap pujian dan pengakuan dari warga. Pas nonton itu semacem inget aja kalau berbuat baik tuh harus ikhlas, bukan berharap pengakuan dari orang lain #salam super.

Adzan di atap masjid
Tokoh yang saya suka di sinetron ini selain Sodrun (oke, susah buat ga suka Sodrun lol), adalah bapaknya Sarah yang bernama Koh Ahong (Roni Dozer). Koh Ahong ini single parent yang gaul gitu, humoris, jago silat, dan sayang anak. Ga kayak Pak Hamdun bapaknya Annisa yang marah-marah terus, Koh Ahong ini ga suka marah, paling ngomel-ngomel kalau kelaparan dan belum disediain makanan sama Sarah :)

Oke deh sekian ngebahas sinetronnya. Makasih Sodrun sudah memberi inspirasi. Abis ini nonton sinetron apa lagi ya???

Nasihat Shikamaru

You May Also Like

0 komentar