Job Hunting Story

by - Desember 21, 2013

Mencari kerja di zaman sekarang memang tidak mudah. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman seputar mencari kerja. Check this out...

Dateng ke Job Fair
Biasanya, job fair diselenggarakan oleh kampus-kampus, pemerintah daerah, atau pengelola situs pencari kerja seperti jobstreet dan jobsDB. Di acara ini, berbagai perusahaan ramai-ramai membuka lowongan untuk berbagai posisi. Sebelum dateng ke jobfair, jangan lupa persiapkan CV, fotocopy ijazah dan transkrip, fotocopy KTP dan pas foto resmi. Tapi di zaman yang serba canggih ini, banyak perusahaan yang membuka rekrutmen secara online atau menerima CV dalam bentuk softcopy. So, persiapkan juga CV dalam bentuk softcopy di flashdisk dengan ukuran file yang tidak terlalu besar (biasanya sekitar 200-300 kB). Di job fair ini, masukin aja CV sebanyak-banyaknya. Seringkali ada perusahaan yang memberikan produknya buat pengunjung jobfair yang nge-drop CV nya, lumayan kan...hehe...Saya pernah dapet facial wash, bedak, wafer, minuman, sampe stiker juga ada.
Biasanya, perusahaan akan menghubungi pelamar yang dianggap memenuhi syarat dalam jangka waktu sekitar 1 sampai 3 hari setelah kita mendaftar, yang lebih lama dari itu juga ada sih. So, pastikan jangan sampai salah mencantumkan nomor handphone dan alamat email di dalam CV. Bentuk test nya sendiri bermacam-macam, ada yang walking interview, psikotest, test bidang studi, dll.
Dan satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah : Jagalah barang-barang bawaan anda pemirsa. Berhubung di jobfair ini banyak banget orang yang dateng, so, potensi untuk terjadi pencurian pun semakin besar. Saya pernah kehilangan mp3 player soalnya. Jadi tetaplah berhati-hati.

CPNS
Profesi PNS atau Pegawai Negeri Sipil tampaknya masih menjadi idaman banyak orang. Terbukti dengan jumlah pelamar yang bejibun setiap kali lowongan CPNS dibuka. Pengumuman mengenai penerimaan CPNS beserta alokasi formasi yang tersedia dapat diakses di website resmi masing-masing instansi. Biasanya, kita harus mendaftar secara online di website resmi tersebut. Ada beberapa instansi yang mengharuskan pelamar yang telah mendaftar online untuk mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan melalui pos. Saat mendaftar online, masukkan data diri dan upload file-file yang diminta dengan lengkap dan benar. Dan kalau diharuskan untuk mengirim dokumen lewat pos, pastikan dokumennya lengkap sesuai yang diminta. Biasanya, dokumen yang dibutuhkan adalah fotocopy ijazah yang dilegalisir, fotocopy akta kelahiran, SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), surat keterangan sehat (ini bikinnya bisa di puskesmas), kartu pencari kerja/kartu kuning, dan fotocopy KTP.
Setelah lulus seleksi administrasi, tahap berikutnya adalah TKD atau Tes Kemampuan Dasar. TKD ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:
  • Tes Wawasan Kebangsaan, materi tes nya seputar Pancasila, UUD 1945, sejarah dunia, dan pengetahuan umum.
  • Tes Intelegensi Umum, semacam tes kecerdasan gitu, soal tes nya seingat saya menguji kemampuan berpikir logis (kayak pasangan kata gitu lah), dan matematika (ada mencari luas dan volume bangun ruang, deret angka, pecahan, dll)
  • Tes Karakteristik Pribadi, ini mirip pelajaran PPKn waktu di sekolah dulu, dan kalo kata saya sih biasanya jawaban yang benar adalah opsi yang paling muluk dan kalimatnya paling panjang.
Kalau lulus TKD, tahap berikutnya adalah TKB atau Tes Kompetensi Bidang. Saya pernah ikut TKB ini di suatu Kementerian dan ternyata berupa psikotest. Barangkali ini untuk mengetahui apakah kecerdasan dan kepribadian kita cocok untuk menjadi PNS.

BUMN
Selain CPNS, rekrutmen BUMN juga banyak peminatnya. Biasanya, seleksi BUMN ini terdiri dari beberapa tahap, diantaranya adalah:
- Seleksi administrasi 
Kita harus mendaftar online atau melalui pos. Perhatikan persyaratan yang harus dipenuhi, seperti jurusan, usia, IPK minimal, dll. Biasanya sih asal kita mengisi data dengan lengkap dan benar, serta memenuhi syarat-syarat tersebut, kita akan lolos seleksi administrasi dan dapat mengikuti test berikutnya.
- Psikotest
Psikotest bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan dan kepribadian kita sesuai untuk mengisi posisi yang tersedia. Psikotest terdiri dari tes kecerdasan (logika, deret angka, memori, gambar, dll), dan tes kepribadian seperti EPPS, Wartegg Test (meneruskan gambar dalam kotak), menggambar orang, menggambar pohon, dan tentu saja Pauli-Kraeplin Test alias tes koran yang bikin mabok angka..hehe..
- TOEFL ITP
Materinya kurang lebih sama dengan tes TOEFL prediction yang biasa diselenggarakan oleh tempat kursus Bahasa Inggris. Tes ini terdiri dari 3 bagian, yaitu listening, structure, dan reading. Kita harus memperoleh score sesuai yang disyaratkan agar bisa lulus ke tahap berikutnya, dan score minimal yang disyaratkan tidak selalu diberitahukan ke peserta tes. Jadi, usahakan untuk dapet score di atas 500 untuk memperbesar peluang lulus.
- FGD (Focus Group Discussion)
Peserta akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-10 orang. Setiap kelompok akan diminta berdiskusi untuk memecahkan masalah yang diberikan. Biasanya sih kita akan diminta mengurutkan langkah-langkah yang tersedia di kertas soal sesuai prioritas kita, mana yang paling penting untuk didahulukan untuk memecahkan masalah. Dan yang lulus FGD ini tidak selalu yang paling banyak bicara, tapi yang mampu memberikan solusi yang tepat dan argumen yang berdasar (ga ngasal maksudnya). Dalam FGD ini, hindari untuk "menjatuhkan" pendapat orang lain, soalnya selain kesannya ga baik, juga bikin kesel peserta FGD lainnya...hehe...
- Interview
Interview atau wawancara ini bisa dengan HRD, Psikolog, atau user (calon atasan bila kita diterima bekerja di perusahaan tsb). Materi wawancaranya pun tergantung siapa yang mewawancarai kita. Kalo wawancara HRD dan psikolog, kita akan lebih banyak ditanya hal personal yang berhubungan dengan kepribadian kita. Sedangkan, untuk wawancara user, pertanyaannya akan lebih banyak tentang kompetensi bidang studi kita. Dan jangan lupa untuk terus update pengetahuanmu, terutama yang berhubungan dengan jurusan saat kuliah.
- Tes Kesehatan
Tes kesehatan biasanya terdiri dari tes darah, urine, jantung, mata, dan rontgen. Sebelum tes darah, kita akan diminta puasa dulu malam harinya. Ya sekalian periksa kesehatan gratis lah...hehe...

Mencari lowongan kerja di koran
Walaupun sekarang zaman udah canggih, udah ada twitter, dan website seperti jobstreet, tapi mencari lowongan kerja di koran terbukti masih menjadi cara ampuh untuk mencari pekerjaan. Perhatikan dengan teliti syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam iklan lowongan kerja tersebut, dan hati-hati bila ada perusahaan yang tidak mencantumkan nama dan alamatnya dengan jelas (misalnya hanya berupa PO BOX), bisa jadi itu adalah perusahaan investasi yang lagi nyari tenaga marketing...hehe...

Melamar kerja di perusahaan Jepang
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah waktu ngelamar kerja di perusahaan Jepang (lokasinya masih di Indonesia kok, bukan di Jepangnya). Tes nya diadakan di kantor mereka, dan layout ruangannya mirip kayak yang sering saya liat di dorama-dorama. Ruangannya ga ada sekat-sekatnya, jadi semua staf yang ada disitu bisa saling melihat satu sama lain. Tes yang saya ikutin adalah tes tulis, komputer, dan wawancara. Yang mewawancara adalah orang Jepang dan menggunakan Bahasa Inggris. Dan bagian paling serunya adalah pas mau pulang, saya dikasih uang buat transport.

Sekian sharing kali ini, mudah-mudahan bermanfaat buat yang baca ^-^

You May Also Like

0 komentar